Review Digimon Adventure Tri

c0779cd087e9cb2bf2d5794b3d1d5a3e

Dua puluh satu November 2015, tanggal yang paling gue tunggu-tunggu sejak awal 2015. Toei Animation sudah mengumumkan sejak akhir 2014 kalau anime Digimon Adventure Tri akan tayang pada musim semi 2015. Tapi karena ada beberapa kendala dan halangan, anime ini ditunda penayangannya. Gue sangat kesal waktu itu, karena gue merasa di php oleh mereka. Jangka waktu yang cukup lama untuk menanti sebuah anime yang mungkin untuk sebagian orang anime itu sama dengan anime lainnya.

Digimon Adventure. Anime pertama yang gue tonton ketika gue kecil. Ada dua waktu itu, Pokemon dan Digimon. Tapi Digimon jauh lebih menarik buat gue, bahkan gue tergila-gila dengan anime ini. Jika dibandingkan dari segi cerita, pokemon kalah telak. Pokemon lebih cenderung bergenre komedi, satu cerita satu episode dan itu sama sekali tidak berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Drama-nya pun tidak ada sama sekali. Berbeda sekali dengan Digimon yang punya twist dan drama yang apik di setiap kisahnya. Bukan ingin menjelekkan salah satunya, karena setiap orang pasti punya pandangan sendiri. Mungkin pokemon lebih cocok untuk orang yang suka dengan cerita yang tidak rumit dan penuh unsur komedi. Sementera digimon lebih ditujukan pada penyuka cerita dramatis.

Sekilas gue akan mengulang kembali beberapa cerita di Digimon Adventure yang agak menurut gue agak penting.

Kalian yang hidup dari zaman 1990-an pasti tau Digimon Adventure itu punya delapan orang anak-anak terpilih yang memiliki digimon. Digimon (Digital Monster) sendiri adalah monster yang terdapat di dunia digital, mereka punya bentuk yang berbeda-beda. Singkat cerita, delapan anak terpilih tersebut dipercaya bisa menyelamatkan dunia digital dari digimon-digimon jahat yang sudah merusak keseimbangan dunia tersebut.

Awal cerita, mereka bertujuh yang terdiri dari Taichi, Yamato, Sora, Koushiro, Mimi, Takeru dan Jyou sedang melakukan kemah musim panas di suatu tempat. Tiba-tiba pintu digital terbuka dan mereka semua terlempar ke dunia digital yang bentuknya sangat persis dengan dunia nyata. Di sana mereka bertemu dengan digimon masing-masing yang ternyata sudah menunggu mereka sejak lama.

Sejak saat itu, dimulailah petualangan mereka membasmi digimon-digimon jahat yang selalu meresahkan dan merugikan digimon lemah.

Taichi Yagami, protagonis Digimon Adventure adalah seorang anak kelas lima SD yang sangat berani, ceroboh, berisik, sembrono, dan straightforward. Kadang sifat beraninya itu terlalu berlebihan, bahkan pernah membuat Agumon berubah menjadi monster yang mengerikan. Dia dipercaya menjadi leader tim karena sifat pemimpin yang secara alamiah timbul darinya selalu berhasil menuntun tim-nya menuju kemenangan. Sifat Taichi ini sangat berlawanan dengan Yamato Ishida, sahabat sekaligus rivalnya. Mereka selalu beradu argumen ketika menentukan apa langkah selanjutnya yang harus diambil ketika tim anak-anak terpilih terjebak dalam suatu pilihan. Yamato dengan sifatnya yang dingin, penyendiri, praktis, dan berpikiran jauh ke depan selalu menentang pemikiran Taichi yang menurutnya bisa menuntun tim ke dalam bahaya. Yamato sering merasa Taichi tidak bijaksana dan berpikiran dangkal, tidak memikirkan keselamatan tim ketika ia sudah memutuskan sesuatu. Tidak heran jika mereka sering terlihat bertengkar, tinju-tinjuan sampai lelah, bonyok sana sini, babak belur tak berbentuk. Hanya satu hal yang mirip dari mereka, sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah. Terkadang teman-teman mereka yang lain sampai lelah melerai pertengkaran yang berkepanjangan itu. Mereka persis seperti Naruto dan Sasuke (eaaa eaaa, maklum aja gue penggemar Naruto juga). Namun, sifat yang berlawanan ini justru menuntun mereka menjadi sahabat tersolid pada akhirnya.

Sora Takenouchi, adalah teman Taichi dari kecil. Dia bersifat keibuan, sangat peduli terhadap orang-orang disekelilingnya, dan berpikiran sangat dewasa. Tidak heran jika ia adalah penengah yang sangat diandalkan jika Taichi dan Yamato bertengkar. Sora seringkali diandalkan oleh orang-orang disekitarnya, mungkin karena sifat dewasa dan pedulinya itu. Maaf ya, sifat Sora jauh berbeda dengan Sakura (ayo gue coba bandingkan dengan anime Naruto). Sakura punya sifat hot tempered, agak menakutkan dan sangat kuat. Berbeda sekali dengan Sora yang lembut dan berkepala dingin.

Dari gue kecil hingga sekarang, couple yang sangat gue suka dan agung-agungkan adalah Yamato dan Sora. Yeeeeyyy! Ternyata mereka benar-benar menikah di akhir cerita digimon adventure 02. Mereka punya dua anak, laki-laki dan perempuan. Lu pasti mengerti dengan perasaan gue ini, ketika lu suka sama satu couple, lu selalu mencari-cari adegan atau clue romantis antara mereka berdua di tiap episode, dan ternyata mereka diofficialkan oleh pihak pembuat cerita. Rasanya tuuuuuh, persis seperti ketika gue tau Naruto akhirnya menikah dengan Hinata. Kyaaaaaa! Mimisan. Mati seketika. Bye.

Gini nih kalau jadi cewe, selalu salah fokus ketika nonton anime. Selalu mencari celah apakah ada cerita-cerita romantis antara karakternya. Ketika suatu cerita di anime fokus pada fantasy, drama, dan persahabatan, dan hanya mengulas sedikit tentang romance, maka lu pasti akan bertindak seperti gue. Tapi disitulah asiknya.  Kalau lu ngasih gue anime yang isinya benar-benar full love story, gue justru males nontonnya. Cerita love story mudah ditebak endingnya, kalaupun mengandung unsur drama tapi tetap menonjolkan romance. Kebanyakan adegan romatis justru membuat gue muak. Gue jauh lebih senang dengan anime yang menampilkan sedikit romance sebagai bumbu-bumbu masakan (loh?), tapi bukan sebagai bahan utama. Kalau lu bikin perumpamaan nasi goreng, romancenya itu bertindak sebagai MSG. Lu tau kan MSG berperan sebagai penyedap, kalau penyedapnya ga ada, seperti ada yang kurang gitu. Tapi kalau MSG kebanyakan, malah jadi sembrawut ga karuan rasanya. Nah begitu pula dengan cerita anime yang menurut gue persis seperti nasi goreng (STOP! lu salah fokus dewiii -__- ).

Yuk ah, kembali ke cerita digimon tadi. Kenapa gue malah membahas tentang nasi goreng sih?

Mereka bertiga memang selalu dikaitkan dengan cerita cinta segitiga seperti tanda ‘recycle’ di tempat limbah, wkwkwk. Gue ga tau pastinya gimana, tapi sejauh gue melihat dan sedalam gue berpikir, serta setinggi gue berimajinasi (yang ini jangan dipercaya), Taichi itu punya perasaan berbeda terhadap Sora. Perasaan itu mungkin rasa persahabatan yang kuat karena mereka berteman sejak lama, bahkan Taichi sering bergantung pada Sora dalam beberapa hal. Tapi cara Taichi peduli terhadap Sora sangat berbeda dengan kepeduliannya pada Mimi. Bagaimana ya cara gue menjelaskannya? Intinya, gue merasa Taichi ada rasa peduli yang tidak wajar terhadap gadis itu. Yah, mungkin ‘rasa peduli yang tidak wajar’ akan mewakili perasaan gue terhadap mereka. Berbeda dengan Taichi, tindak tanduk Sora jauh lebih jelas terhadap Yamato. Dia secara terang-terangan menyatakan perasaannya pada Yamato dengan memberikan sekotak kue kering buatan sendiri sebelum konser pemuda itu dimulai. Sebelum masuk ke ruang tunggu, Taichi tidak sengaja melihat Sora yang ragu-ragu, lalu disemangati oleh Taichi untuk masuk dan memberikan kue itu pada Yamato. Bukankah ini benar-benar cerita cinta yang kompleks? Dengan sedikit ulasan romance yang menggantung seperti ini, gue justru tergila-gila dan kepo terhadap perkembangan mereka selanjutnya. Cerita romance yang seuprit ini sulit ditebak endingnya, kita akan selalu bertanya-tanya siapa dengan siapa nanti di akhir cerita, walaupun fokusnya bukan pada hal itu. Ini sih pandangan gue aja, sebagai fangirl Yamato yang haus akan cerita digimon. Hahaha

Kembali ke fokus selanjutnya, dari segi drama dan cerita, Digimon cukup kompleks untuk dimengerti oleh anak-anak seumuran 7-8 tahun seperti gue dulu. Tiap anggota punya masalah masing-masing dengan keluarganya. Contohnya saja, Yamato dan Takeru yang merupakan saudara kandung, harus berpisah sejak kecil karena perceraian orang tua mereka. Ini adalah salah satu penyebab kenapa Yamato lebih senang menyendiri. Dia berusaha terlihat kuat di depan orang lain, bersikap menjauhi orang-orang dan mandiri supaya tidak dicap lemah oleh sekelilingnya. Hal ini pula lah yang membuatnya iri pada Taichi,  yang menurutnya sangat berani dan sociable terhadap orang lain. Rasa ini juga yang menjatuhkannya ke dalam sebuah gua yang menyesatkan di dunia digital.

Berikutnya, Sora yang memiliki hubungan kurang baik dengan sang ibu. Sora yang tomboi dan penyuka sepak bola sangat ditentang oleh ibunya. Sang ibu adalah guru perangkai bunga, ia ingin Sora juga menjadi seperti dirinya, feminin dan beretika. Hal itu terlihat jelas ketika kaki Sora terluka karena main sepak bola, dan dia bersikeras mengikuti pertandingan final. Ibunya tidak mengizinkannya bertanding, bahkan menyuruhnya untuk berhenti main sepak bola. Sejak saat itu, Sora merasa ibunya tidak menyayanginya.

Begitu pula dengan Koushirou yang merupakan anak adopsi. Orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil, meninggalkan dirinya ketika masih bayi. Koushiro dirawat oleh saudara jauh ayahnya, yang secara kebetulan tidak memiliki anak. Puncak dari cerita ini justru ketika Koushiro tidak sengaja mendengar percakapan antara ibu dan ayah angkatnya di ruang tv. Dari situ dia mengetahui kalau dirinya bukanlah anak kandung dari suami isteri itu. Koushiro mulai berpura-pura kuat, bersikap seperti tidak mendengar apa-apa, dan menjadi sangat sibuk dengan komputernya. Mungkin rasa sakit yang ia rasakan waktu itu jauh lebih sulit dilupakan jika ia tidak tenggelam dengan komputer (salah satu kisah yang bikin gue terharu, menangis tersedu-sedu, huhuhu)

Tidak lupa dengan Jyou yang dituntut menjadi dokter oleh orang tuanya ketika besar nanti. Lu tau sendiri kan kalau jadi dokter itu harus pintar dan banyak usaha, serta kuat mental. Jyou tidak terlalu pintar (walaupun pake kacamata yang membuatnya terlihat seperti orang pintar), karena itu dia belajar terlalu banyak. Tidak heran kalau lu bakalan liat Jyou selalu mengatakan dia harus belajar untuk ujian masuk, bukan hanya di Digimon Adventure, tapi juga di 02 dan bahkan di Tri. Kakaknya pernah bilang kalau Jyou tidak akan bisa jadi dokter, walaupun dia berusaha keras. Bukan karena dia tidak pintar, tapi karena Jyou akan pingsan ketika melihat darah. Dia adalah orang yang penakut.

Sepertinya diantara mereka hanya Taichi, Hikari, dan Mimi yang mempunyai keluarga harmonis. Taichi memiliki hubungan yang sangat baik dengan Hikari, ayah, dan ibunya. Hampir tidak pernah terlihat konflik diantara mereka, kecuali ketika Taichi mengajak Hikari main bola ketika gadis kecil itu demam. Hikari pingsan di tengah taman, dan masuk rumah sakit. Ibunya sampai menampar Taichi  karena saking paniknya. Yah, menurut gue sih itu wajar aja karena memang Taichi yang salah. Adeknya lagi panas malah diajak main bola keluar rumah, kan keterlaluan namanya. Haha, namanya anak kecil ya guys.

Cukup sampai disini pengulangan cerita Digimon versi pertama. Gue hanya ingin mengingatkan pada lu semua, siapa tau lupa dengan cerita awalnya karena setelah ini gue ingin membahas tentang Digimon Adventure Tri yang baru aja rilis pagi ini.

digimon_adventure_tri_all_characters_by_lalalander199-d8sdv1e

Inilah penampakan dari masing-masing anak terpilih setelah 6 tahun berlalu sejak petualangan mereka di dunia digital. Taichi Yagami, Yamato Ishida, dan Sora Takenouchi sekarang kelas dua SMA. Koushirou dan Mimi kelas 1 SMA, Takeru dan Hikari kelas 2 SMP, dan Jyou sebagai anggota tertua sekarang berada di kelas tiga SMA dan sibuk dengan ujian masuk. Mereka tampak lebih dewasa, ya? >_<

vlcsnap-2015-11-21-19h21m58s142

vlcsnap-2015-11-21-19h22m30s208

Kyaaaaaa, kyaaaaa, kyaaaaaa. Mimisan. Anemia. Mati.

Gue ga tahan liat Yamato yang.. so hot!

He’s totally the most handsome guy in this anime! As expected.

Lu harus setuju dengan gue, Yamato jadi ganteng banget di anime ini. Dulu pas dia kecil, gue udah mengidolakan dia sejak awal. Sekarang? Makin tergila-gila.

Kalau di dunia nyata, Yamato ini kita sebut indo (campuran). Kakeknya kan orang Perancis, maka dari itu rambut Yamato sama Takeru disini pirang sendiri, tambah lagi matanya biru. Beda sama temen-temennya yang lain, yang pure Asian. Mungkin ini juga yang bikin Yamato jadi lebih tampan dibanding yang lainnya. Dengan bakat musik yang hebat, Yamato jago main harmonika dan bass, hingga akhirnya dia membentuk band yang menjadikannya vokalis. Yah, idola para cewe nih tipe-tipe cowo kayak begini.

Taichi juga semakin good looking, tinggi dan berkulit tan, serta makin jago main sepak bola. Hubungannya dengan Yamato masih sama seperti dulu, bahkan makin erat dan akrab. Mereka terlihat lebih banyak bergurau di anime ini. Berhubung umur yang sudah semakin tua (bangka), mungkin mereka lelah adu otot. Mereka bertobat dan akhirnya jadi pasangan yang bahagia selama-lamanya (apasih -,-)

vlcsnap-2015-11-21-14h06m56s48

Gue salah pemirsa, ini orang berdua ternyata tetap suka bertengkar. Masih suka adu otot untuk menyelesaikan masalah. Tapi setidaknya sekarang mereka bertengkar untuk hal-hal yang memang patut untuk dipertengkarkan (loh, ajaran sesat apa ini?). Maksud gue itu, mereka tidak lagi bertengkar hanya karena hal yang sepele. Disini Yamato marah sama Taichi karena Taichi menghalanginya menghajar murid lain yang memaki Agumon. Murid itu bilang lebih baik Agumon dan Kuwagamon mati saja biar tidak membuat resah warga. Yamato emosi, berniat menghajar mereka, tapi dihalangi oleh Taichi. Disini Taichi lebih dewasa ya?

vlcsnap-2015-11-21-14h08m24s182

Terlihat dua wanita cantik di sana? Yah, mereka lah para perempuan tangguh yang ikut membela dunia digital bersama para lelaki itu. Sora dan Mimi.

Perubahan yang terlihat menonjol adalah Mimi. Gue akui dan sangat terkejut dengan penampilan baru  Mimi disini. Dulu memang di cerita pertama, Mimi ini disebut sebagai gadis yang cantik, cute, dan disukai banyak orang bahkan digimon sekalipun terpukau oleh kecantikannya. Tapi gue tidak menyangka dia akan se-CANTIK ini di Tri! Rambut panjang yang dulu ditutupi topi sekarang dibiarkan terurai dan dihiasi oleh pita. Mimi memang stylish, mungkin karena mengikuti perkembangan mode di Amerika, tapi kenapa dia harus secantik ini??? Lu tau ga, Koushiro aja sampai klepek-klepek liat ini cewe. Koushiro yang keliatannya hanya peduli dengan dunia komputer, bahkan terpesona dengan Mimi. Cieee cieee, pasangan baru. Sayang aja mereka ga diofficialkan di Adventure 02. Sebenernya sih gue ngeship Mimi sama Jyou, tapi setelah melihat perkembangan di anime ini, gue beralih menjadikan mereka berdua couple baru. Hahaha, dasar fans ababil.

Sora tidak banyak berubah, kecuali topi dan pakaiannya. Gaya rambutnya masih seperti dulu, bedanya dia tidak pakai topi sekarang. Ya ga mungkin juga pakai topi, kan dia lagi di sekolah. Perbedaan yang mencolok dari Sora adalah kecerewetannya. Lu ngerasa ga sih Sora jadi agak cerewet di anime ini? (bukan dalam artian negatif loh ya, ingat!) Setau gue, Sora itu dulu ngomongnya bener-benar sopan dan lembut. Keibuannya terpancar dari cara dia ngomong. Tapi sekarang Sora jadi lebih aktif, dan sikap keibuannya ga terlalu keliatan lagi. Bisa jadi ini karena dia makin besar dan puber, maka sikap seperti itu bisa hilang tanpa jejak. Yahhh, bukan berarti ini pertanda buruk. Gue suka Sora bagaimana pun sikapnya. Mau dia lembut ataupun agak cerewet seperti sekarang, dia tetap cewe favorit gue di Digimon.

vlcsnap-2015-11-21-19h56m08s162

Takeru dan Hikari masih suka jalan bareng ya? Bisa jadi karena mereka di SMP yang sama. Seragam ini mirip seperti seragam Taichi dan kawan-kawan ketika mereka masih SMP.

Tidak banyak juga yang berubah dari mereka berdua. Takeru yang dulu sangat menggemaskan dengan suara imutnya itu sekarang sudah tumbuh jadi cowo yang bersuara manly. Bahkan  Takeru mengikuti jejak kakaknya yang menjadi sangat populer ketika mulai beranjak dewasa. Di adegan ini, Takeru mengaku kalau dia akan pergi bersama teman perempuannya ke konser Yamato, yang mengindikasikan kalau perempuan itu adalah pacarnya. Hikari sempat menggoda Takeru disini, sampai si cowo berpikiran kalau Hikari cemburu. Hihihi, kenapa mereka ga pacaran aja ya? Tapi sepertinya Hikari tidak punya perasaan apa-apa pada Takeru, jadi yasudahlah ya. Mungkin mereka memang lebih cocok menjadi sahabat saja.

Hikari juga sangat populer dikalangan para lelaki, contohnya saja ketika dia membawakan bento untuk Taichi ke lapangan sepak bola dimana Taichi berlatih. Teman-teman Taichi langsung bersemangat dan mencari-cari perhatian Hikari dengan berlatih lebih keras. Lu juga tau lah dari dulu memang Hikari banyak yang suka, Daisuke pun ngejar-ngejar dia.

vlcsnap-2015-11-21-19h54m47s143

Koushiro semakin tinggi, semakin pintar dalam bidang per-komputer-an, dan terlihat sangat kaya. Dulu tidak terlihat sama sekali kalau orang tua adopsinya ini orang kaya. Tapi sekarang terbukti kalau Koushiro beruntung dicomot jadi anak oleh suami isteri itu. Adegan ini diambil ketika perayaan pernikahan orang tua Koushirou. Mereka makan di restoran mahal. Tapi bukan cuma ini buktinya, nanti di episode 3, Koushiro akan mengundang teman-temannya ke apartemen tempat dia tinggal dan menghabiskan waktu dengan komputernya. Ruangannya benar-benar megah, hanya orang kaya yang sanggup membayar sewa disitu (ini kan cuma pemikiran gue).

vlcsnap-2015-11-21-19h54m25s158

Jyou masih sibuk dengan berbagai Try Out ujian masuk universitas. Adegan ini diambil ketika Jyou pulang dari bimbel, dia sangat kecewa karena nilai testnya jelek. Ketika Taichi dan yang lainnya mengajak berkumpul, dia menolak dengan alasan ingin belajar. Wajah frustasi dan stress dari Jyou masih tidak berubah dari dulu. Yang berubah hanya sikapnya yang lebih pendiam dan penyendiri. Dulu dia terlihat cerewet dan cengeng, tapi sekarang lebih tenang dan kalem. Jyou mengaku pada Sora, Mimi, Koushiro, Takeru dan Hikari kalau dia akhir-akhir ini sibuk belajar, sehingga tidak bisa berkumpul pada waktu sebelumnya. Bahkan dia lupa dengan pacarnya sendiri. (Oooops, Jyou punya pacar?) Iya, dia punya sekarang. Kenyataan pahit ini membuat mereka yang mendengarkan tercengang dan terbelalak. Bagaimana mungkin Jyou yang penakut, gugup, dan suka stress itu punya PACAR?? Anak-anak terpilih sedang menjalani masa-masa terindah mereka di sekolah. Biarkanlah.

vlcsnap-2015-11-21-20h25m45s21

Gue mau memberi penilaian terhadap grafik dan animasinya, menurut gue anime ini really amazing. Kerusakan yang terjadi akibat serangan kuwagamon terlihat lebih nyata. Bangunan yang runtuh dan gerakan kuwagamon ketika menyerang Taichi jauh lebih real dibanding versi pertamanya. Inilah salah satu nilai plus dari anime Digimon Adventure Tri. Perkembangan teknologi yang semakin canggih membuat para pencipta anime Digimon menghasilkan  animasi yang mumpuni, membuat anime ini menjadi salah satu anime yang patut ditonton. Gue acungkan jempol untuk bagian ini.

vlcsnap-2015-11-21-20h26m45s94

vlcsnap-2015-11-21-20h28m09s167

Lu bisa buktiin sendiri kalau anime ini berkembang dengan sangat bagus. Serangan Greymon dan Garurumon terlihat sangat nyata. Angle yang diambil untuk tiap adegan juga lebih baik dari versi sebelumnya.

vlcsnap-2015-11-21-20h27m35s110

Tuh, Mimi dan Jyou tidak datang ke Bandara Haneda. Mimi bisa dimaklumi karena dia sedang di Amerika, tapi nanti dia akan menyusul kok ke sini. Bagaimana dengan Jyou? Arrggghh, lelaki itu minta digapok. Gue agak emosi ketika tau Jyou menolak permintaan orang-orang berbaju hitam itu untuk ikut ke bandara Haneda. Apa yang terjadi denganmu Jyou?!

Over all, anime ini wajib ditonton karena semua unsur yang terdapat di dalamnya dikembangkan dengan sangat baik. Dari segi  cerita, design, grafis, dan soundtrack (masih menggunakan soundtrack lama, membuat gue merasa kembali ke masa 15 tahun yang lalu), Digimon Adventure Tri patut diberikan award. Wkwkwk

 

Iklan